Yogyakarta, 14 Juli 2026 – Kementerian Dalam Negeri melalui Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPKA-PDN) III resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II Angkatan 14 sampai dengan 18 Tahun Anggaran 2026, Selasa (14/7). Sebanyak 191 peserta dari lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dinyatakan lulus setelah mengikuti pembelajaran selama 599 jam pelajaran atau setara 71 hari kerja melalui metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Dalam sambutannya, Kepala BBPKA-PDN III, M. Weli Septiya Putra, menegaskan bahwa Pelatihan Dasar bukan sekadar syarat administratif untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, melainkan proses pembentukan karakter dan budaya kerja aparatur negara.
"Kompetensi menjadikan seseorang mampu bekerja, tetapi integritaslah yang menjadikan seseorang layak dipercaya," tegasnya.
Menurutnya, ASN muda yang akan bertugas di lingkungan Imigrasi dan Pemasyarakatan memegang peran strategis sebagai representasi kehadiran negara. Di bidang keimigrasian, aparatur dituntut memberikan pelayanan profesional sekaligus menjaga kedaulatan negara. Sementara di bidang pemasyarakatan, ASN berperan tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga pembinaan warga binaan melalui pendekatan kemanusiaan dan rehabilitasi sosial.
Ia menambahkan, tantangan birokrasi saat ini berkembang semakin kompleks seiring percepatan transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, meningkatnya mobilitas masyarakat, hingga kompleksitas kejahatan lintas negara. Karena itu, ASN dituntut tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga mampu berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta bekerja kolaboratif dalam memberikan pelayanan publik.
Meski demikian, Kepala BBPKA-PDN III mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak akan pernah menggantikan arti penting integritas.
"Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan. Sistem dapat memperbaiki proses bisnis. Namun integritas tetap bergantung pada karakter setiap individu," ujarnya.
Kepada seluruh peserta, ia juga berpesan agar menjadikan Latsar sebagai awal dari proses pembelajaran sepanjang hayat. Menurutnya, ASN yang berhasil bukanlah mereka yang sekadar memiliki kompetensi tinggi, tetapi mereka yang terus belajar, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta menjaga etika profesi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan bahwa seluruh peserta Latsar dinyatakan lulus, dengan peserta terbaik dari masing-masing angkatan memperoleh predikat "Sangat Memuaskan" berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan Dasar ini, BBPKA-PDN III menegaskan komitmennya dalam menyiapkan ASN yang profesional, adaptif, berintegritas, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas. Nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi menjadi budaya kerja yang diwujudkan dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara.
Tim Media dan Publikasi
BBPK Jogja
Website : bbpkgjogja.kemendagri.go.id
IG : @bbpkjogja
Youtube : BBPK Jogja Official
Galeri Gambar




